Dosen : Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes
Mata Kuliah : PMM-A (Penyehatan Makanan dan Minuman – A)
LAPORAN PEMERIKSAAN JAMUR PADA MAKANAN
Disusun Oleh :
Nama : Setiawan Kasim
Tingkat : II.B / D.IV
NIM : PO714221161064
Kelompok 6
KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Jamur adalah organisme yang sel-selnya berinti sejati atau eukariotik,berbentuk benang,bercabang-cabang,tidak berklorofil,dinding selnya mengandung kitin atau selulosa atau keduanya,heterotroph,absortif dan sebagian besar tubuhnya terdiri dari bagian vegetative berupa hifa dan generaratif yaitu spora.
Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi.Jamur pada umumnya multiseluler(bersel banyak).Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan,struktur tubuh,pertumbuhan dan reproduksinya.
Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa.Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium.Miselium menyusun jalinan-jalinan semu manjadi tubuh buah.Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa(Pelczar and Reid,1958).Dinding ini menyelubungi membrane plasma dan sitoplasma hifa.Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa.Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom mitokondria dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel.Akan tetapi,adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik.Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.
Hifa pada jamur yang bersifat parasite biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari subtract,haustoria dapat menembus jaringan subtract.Semua jenis jamur bersifat heterotroph.Namun,berbeda dengan organisme lainnya,jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan.untuk memperoleh makanan,jamur menyerap zat organic dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya,kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen.
B.Tujuan
1. Untuk mengetahui jenis jamur
2. Untuk mengidentifikasi jenis jamur pada makanan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.Kerusakan pangan oleh jamur
Jamur dapat tumbuh pada berbagai jenis pangan,dan dalam pertumbuhan akan menyebabkan terjadinya kerusakan pangan yang bersangkutan,diantaranya kerusakan flavor,warna,pelunakan dan terbentuknya senyawa yang bersifat toksik.Kerusakan tersebut disebabkan karena jamur dapat menghasilkan enzim ekstraselular yang akan memecah senyawa-senyawa tertentu pada pangan yang bersangkutan,serta dapat menghasilkan metabolic sekunder,yang bersifat toksik disebut dengan mikotoksin.
Pangan tercemar oleh jamur yang mengandung mikotoksin,sebab banyak factor yang mempengaruhi pertumbuhan maupun pembentukan mikotoksin pada pangan,namun demikian karena sangat banyaknya spesies jamur yang bersifat toksigenik cemaran jamur pada pangan perlu mendapat perhatian khusus.
B.Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur
Pada umumnya pertumbuhan fungi dipengaruhi oleh factor subtract,kelembapan,suhu,derajat keasaman(pH) dan senyawa-senyawa kimia dilingkungannya (Ganjar,2006)
a.Subtract
merupakan sumber nutrient utama bagi fungi.Nutrient baru dapat dimanfaatkan sesudah fungi mengeksresi enzim-enzim ekstrselular yang dapat mengurai senyawa-senyawa kompleks dari subtract tersebut menjadi senyawa-senyawa yang lebih sempurna.
b.Kelembapan
Faktor ini sangat penting untuk pertumbuhan fungi.Pada umumnya fungi tingkat rendah seperti Rhizopus atau mucor memerlukan lingkungan dengan kelembapan nisbi 90% sedangkan kapang Aspergillus,penicillium,fusarium,banyak hyphomicetes lainnya dapat hidup pada kelembapan nisbi yang lebih rendah,yaitu 80%.
c.Suhu
Berdasarkan kisaran suhu lingkungan yang baik untuk pertumbuhan,fungi dapat dikelompokkan sebagai fungi psikrofil,mesofil,dan termofil.Secara umum pertumbuhan untuk kebanyakan fungi adalah sekitar 25-300C.
d.Derajat keasaman(pH)
pH subtract sangat penting untuk pertumbuhan fungi,karena enzim-enzim tertentu hanya akan mengurai suatu subtact sesuai dengan aktivitasnya pada pH tertentu.Umumnya fungi menyenangi pH dibawah 7,0.Namun beberapa jenis khamir tertentu bahkan dapat tumbuh pada pH yang cukup rendah,yaitu pH 4,5-5,5.
e.Senyawa kimia
Selama pertumbuhannya fungi menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak diperlukannya lagi dan dikeluarkan ke lingkungan.Senyawa-senyawa tersebut merupakan suatu pengamanan bagi dirinya terhadapt serangan oleh organisme lain termasuk sesame mikroorganisme.
C.Jenis-jenis jamur yang ditemukan pada pangan
Jmaur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotroph,tipe sel:seleukarotik.Jamur ada yang unseluler dan multiselular,tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa.Hifa dapat membentuk yaman bercabang-cabang yang disebut miselium.
1.Zygomycota
Adalah jenis jamur yang menggunakan zigosporangium sebagai alat reproduksi seksual dan zigospora sebagai hasil reproduksi seksual.Selain itu,zygomycota juga dapat melakukan reproduksi aseksual dengan fermentasi miselium atau spora aseksual yang dihasilkan oleh sporangium.Cir-ciri zygomycota :
-memiliki hifa soenositik (bersekat dan tidak bersekat).
-alat reproduksi seksual berupa zigosporangium
-membentuk zipospora
-dinding sel tersusun dari zat kitin
-hidup saprofit
-miselium bercabang banyak
Jenis jamur zygomycota yang ditemukan pada pangan
-rhizopus stolonifera,jamur pada roti yang membusuk
-rhizopus oryzae,untuk pembuatan tempe
-rizopus nigricans.jamur pada tomat
-mucor javanicus,untuk pembuatan tempe
-pilobolus,hidup dikotorab hewan
2.Ascomycota
Adalah jamur yang berkembang biak dengan membentuk sopra di dalam selnya yang disebut askus.Askus berbentuk seperti kantung kecil ,alat reproduksi aseksual berupa hifa.Contoh Ascomycota adalah saccharomychess cerevisiae(fermentase alcohol) dan Apergillus flavus(panghasil racun aflatoksin).Ciri-ciri Ascomycota
-hifa bersekat
-alat reproduksi seksual berupa askus
-umumnya hidup sporofit
-memiliki banyak inti sel
-sebagian besar multiseluler
-spora tidak berflagel
3.Basidiomycota
Adalah jamur yang bereproduksi aseksual dengan membentuk spora di atas sel yang disebut basidium.Reproduksi seksual dilakukan dengan membentuk spora konoida.Contoh Basidiomycota adalah Vovariella volvacea (bahan makanan),Puccinea graminis(penyakit pada tebu),dan Ustilago scitamanae(parasite pada gaminae).Ciri-ciri Basidiomycota
-hifa bersekat
-multiseluler
-vegetatifnya memiliki satu inti haploid
-memiliki basidiokarp
-badan buah berbentuk seperti paying atau kuping
4.Deutromycetes
Adalah jamur yang belum diketahui proses reproduksi seksualnya.Reproduksi aseksualnya dilakukan dengan konidia.Contoh deutomycetes adalah Aspergillus wenti,Tinea versicolor,dan Trichophyton.Ciri-ciri
-hifa bersekat
-reproduksi aseksual dan konidia
-dinding sel terbuat dari zat kitin.
5.Chytridiomycota
Adalah jamur yang bereproduksi dengan zoospore.Divisi ini sering disebut sebagai peralihan antara Protista dan fungi. Chytridiomycota dinyatakan termasuk ke dalam kindong fungi setelah membandingkan susunan DNA pada divisi teresbut.Ciri-ciri Chytridiomycota
-sebagian besar hidup di air
-beberapa bersifat saprofilik
-bersifat parasite pada invertebrate di air
-mendapatkan nutrisi dengan cara absorpsi
-memiliki hifa senositik
D.Kiriteria makanan yang layak untuk dimakan dan tidak menimbulkan sakit
Makanan yang baik untuk dikonsumsi yaitu harus memenuhi syarat sebagai berikut:
-hygienis,bersih tidak mengandung kuman atau bibit penyakit atau racun
-harus bergizi cukup mengandung kalori,karbohidrat,protein,lemak,vitamin,dan mineral
-harus cukup mengandung karbohidrat dan protein yang memiliki 10 asam amino essensial
-harus mudah untuk dicerna
-harus cukup vitamin dan mineral
-harus selalu mangandung mineral
BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM
A.Waktu pelaksanaan
Hari/tanggal :Selasa 24,april 2018
Waktu :Pukul 09.00-selesai
Tempat :Lab.Mikrobiologi Kampus Kesehatan Lingkungan
B.Alat dan Bahan
Alat
-Mikroskop -Preparat
-Label -Pingset
-Pipet tetes -Wadah sampel
-obyek gelas
Bahan
-Aquadesh
-Alkohol
-Kapas
-Sampel makanan (nasi dan buah pisang)
C.Cara kerja
-Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
-Kemudian bersihkan peralatan yang akan digunakan
-Setelah itu obyek gelas dibersihkan dengan alcohol
-Kemudian sampel (pangan mentah dan pangan olahan) dan yang sudah ditumbuhi jamur secukupnya.
-Setelah itu ditetesi dengan aquadesh sebanyak 1-3 tetes
-Kemudian media ditutupi dengan deck gelas
-Setelah itu diberi label pada gelas obyek
-Kemudian preparat diletakkan pada mikroskop untuk diidentifikasi apakah sampel mengandung jamur atau tidak
-Setelah itu amati dan sesuaikan Janis jamur dengan gambar yang telah disiapkan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dengan menggunakan sampel
-Buah pisang :ditumbuhkan jamur selama 5 hari
-Nasi :ditumbuhkan jamur selama 3 hari
Dari hasil pemeriksaan dengan menggunakan mikroskop,hasil yang diperoleh adalah
-Buah pisang :Jenis jamur yang ditemukan adalah Penicilliun nujajum
-Nasi :Jenis jamur yang ditemukan adalah Rhizopus oligosporus
B.Pembahasan
1. Berdasarkan hasil praktikum yang didapatkan maka dapat dianalisa bahwa pada makanan olahan(nasi) ditemukan jamur rhizopus oligosporus dimana jamur ini termasuk dalam devisi zygomycota.Nasi ini ditumbuhkan jamurnya selama 3 hari dengan menggunakan wadah plastic kemudian diletakkan pada tempat yang lemab.
Pada umumnya jamur tingkat rendah seperti jamur rhizopus memerlukan lingkungan dengan kelembaban nisbi 90%,selain itu factor lain mempengaruhinya termasuk juga suhu,dimana secara umum pertumbuhan untuk kebanyakan jamur 25-30%.Jenis jamur ini banyak menghasilkan enzim protase.Rhizopus oligosporus banyak juga ditemui di tanah,buah dan sayuran yang membusuk serta roti yang sudah lama.
2. Sedangkan untuk makanan yang belum diolah (buah pisang) ditemukan jamur Penicillium nijajum dimana jamur ini termasuk ke dalam devisi Deutromycetes.Buah pisang ini ditumbuhkan jamurnya selama 5 hari dengan menggunakan wadah plastic kemudian diletakkan pada tempat yang lembab.
Pada umumnya jenis jamur ini memerlukan lingkungan yang sebagai pertumbuhan jamur yaitu 80%,selain itu factor lain yang mempengaruhinya adalah Ph karena umumnya jamur menyenangi Ph kisaran 4,5-5,5.Jenis jamur ini juga termasuk salah satu jamur yang berfungsi sebagai zat antibiotic.Zat antibiotic penisilin yang berasal dari jamur ini ditemukan oleh Alexander flenning.
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Dari hasil praktikum pemeriksaan jamur pada makanan telah ditemukan adanya jamur pada sampel makanan tersebut.Dalam praktikum ini sampel yang dipakai yaitu buah pisang dan nasi.Dan setelah diidentifikasi dapat diketahui bahwa jamur pada buah pisang yaitu penicillium nojajum dan pada nasi yaitu rhizopus oligosporus.
DAFTAR PUSTAKA
Inayah, dkk ; Buku panduan praktikum PMM-A ; Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan lingkungan, 2018
Mata Kuliah : PMM-A (Penyehatan Makanan dan Minuman – A)
LAPORAN PEMERIKSAAN JAMUR PADA MAKANAN
Disusun Oleh :
Nama : Setiawan Kasim
Tingkat : II.B / D.IV
NIM : PO714221161064
Kelompok 6
KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Jamur adalah organisme yang sel-selnya berinti sejati atau eukariotik,berbentuk benang,bercabang-cabang,tidak berklorofil,dinding selnya mengandung kitin atau selulosa atau keduanya,heterotroph,absortif dan sebagian besar tubuhnya terdiri dari bagian vegetative berupa hifa dan generaratif yaitu spora.
Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi.Jamur pada umumnya multiseluler(bersel banyak).Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan,struktur tubuh,pertumbuhan dan reproduksinya.
Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa.Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium.Miselium menyusun jalinan-jalinan semu manjadi tubuh buah.Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa(Pelczar and Reid,1958).Dinding ini menyelubungi membrane plasma dan sitoplasma hifa.Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa.Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom mitokondria dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel.Akan tetapi,adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik.Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.
Hifa pada jamur yang bersifat parasite biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari subtract,haustoria dapat menembus jaringan subtract.Semua jenis jamur bersifat heterotroph.Namun,berbeda dengan organisme lainnya,jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan.untuk memperoleh makanan,jamur menyerap zat organic dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya,kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen.
B.Tujuan
1. Untuk mengetahui jenis jamur
2. Untuk mengidentifikasi jenis jamur pada makanan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.Kerusakan pangan oleh jamur
Jamur dapat tumbuh pada berbagai jenis pangan,dan dalam pertumbuhan akan menyebabkan terjadinya kerusakan pangan yang bersangkutan,diantaranya kerusakan flavor,warna,pelunakan dan terbentuknya senyawa yang bersifat toksik.Kerusakan tersebut disebabkan karena jamur dapat menghasilkan enzim ekstraselular yang akan memecah senyawa-senyawa tertentu pada pangan yang bersangkutan,serta dapat menghasilkan metabolic sekunder,yang bersifat toksik disebut dengan mikotoksin.
Pangan tercemar oleh jamur yang mengandung mikotoksin,sebab banyak factor yang mempengaruhi pertumbuhan maupun pembentukan mikotoksin pada pangan,namun demikian karena sangat banyaknya spesies jamur yang bersifat toksigenik cemaran jamur pada pangan perlu mendapat perhatian khusus.
B.Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur
Pada umumnya pertumbuhan fungi dipengaruhi oleh factor subtract,kelembapan,suhu,derajat keasaman(pH) dan senyawa-senyawa kimia dilingkungannya (Ganjar,2006)
a.Subtract
merupakan sumber nutrient utama bagi fungi.Nutrient baru dapat dimanfaatkan sesudah fungi mengeksresi enzim-enzim ekstrselular yang dapat mengurai senyawa-senyawa kompleks dari subtract tersebut menjadi senyawa-senyawa yang lebih sempurna.
b.Kelembapan
Faktor ini sangat penting untuk pertumbuhan fungi.Pada umumnya fungi tingkat rendah seperti Rhizopus atau mucor memerlukan lingkungan dengan kelembapan nisbi 90% sedangkan kapang Aspergillus,penicillium,fusarium,banyak hyphomicetes lainnya dapat hidup pada kelembapan nisbi yang lebih rendah,yaitu 80%.
c.Suhu
Berdasarkan kisaran suhu lingkungan yang baik untuk pertumbuhan,fungi dapat dikelompokkan sebagai fungi psikrofil,mesofil,dan termofil.Secara umum pertumbuhan untuk kebanyakan fungi adalah sekitar 25-300C.
d.Derajat keasaman(pH)
pH subtract sangat penting untuk pertumbuhan fungi,karena enzim-enzim tertentu hanya akan mengurai suatu subtact sesuai dengan aktivitasnya pada pH tertentu.Umumnya fungi menyenangi pH dibawah 7,0.Namun beberapa jenis khamir tertentu bahkan dapat tumbuh pada pH yang cukup rendah,yaitu pH 4,5-5,5.
e.Senyawa kimia
Selama pertumbuhannya fungi menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak diperlukannya lagi dan dikeluarkan ke lingkungan.Senyawa-senyawa tersebut merupakan suatu pengamanan bagi dirinya terhadapt serangan oleh organisme lain termasuk sesame mikroorganisme.
C.Jenis-jenis jamur yang ditemukan pada pangan
Jmaur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotroph,tipe sel:seleukarotik.Jamur ada yang unseluler dan multiselular,tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa.Hifa dapat membentuk yaman bercabang-cabang yang disebut miselium.
1.Zygomycota
Adalah jenis jamur yang menggunakan zigosporangium sebagai alat reproduksi seksual dan zigospora sebagai hasil reproduksi seksual.Selain itu,zygomycota juga dapat melakukan reproduksi aseksual dengan fermentasi miselium atau spora aseksual yang dihasilkan oleh sporangium.Cir-ciri zygomycota :
-memiliki hifa soenositik (bersekat dan tidak bersekat).
-alat reproduksi seksual berupa zigosporangium
-membentuk zipospora
-dinding sel tersusun dari zat kitin
-hidup saprofit
-miselium bercabang banyak
Jenis jamur zygomycota yang ditemukan pada pangan
-rhizopus stolonifera,jamur pada roti yang membusuk
-rhizopus oryzae,untuk pembuatan tempe
-rizopus nigricans.jamur pada tomat
-mucor javanicus,untuk pembuatan tempe
-pilobolus,hidup dikotorab hewan
2.Ascomycota
Adalah jamur yang berkembang biak dengan membentuk sopra di dalam selnya yang disebut askus.Askus berbentuk seperti kantung kecil ,alat reproduksi aseksual berupa hifa.Contoh Ascomycota adalah saccharomychess cerevisiae(fermentase alcohol) dan Apergillus flavus(panghasil racun aflatoksin).Ciri-ciri Ascomycota
-hifa bersekat
-alat reproduksi seksual berupa askus
-umumnya hidup sporofit
-memiliki banyak inti sel
-sebagian besar multiseluler
-spora tidak berflagel
3.Basidiomycota
Adalah jamur yang bereproduksi aseksual dengan membentuk spora di atas sel yang disebut basidium.Reproduksi seksual dilakukan dengan membentuk spora konoida.Contoh Basidiomycota adalah Vovariella volvacea (bahan makanan),Puccinea graminis(penyakit pada tebu),dan Ustilago scitamanae(parasite pada gaminae).Ciri-ciri Basidiomycota
-hifa bersekat
-multiseluler
-vegetatifnya memiliki satu inti haploid
-memiliki basidiokarp
-badan buah berbentuk seperti paying atau kuping
4.Deutromycetes
Adalah jamur yang belum diketahui proses reproduksi seksualnya.Reproduksi aseksualnya dilakukan dengan konidia.Contoh deutomycetes adalah Aspergillus wenti,Tinea versicolor,dan Trichophyton.Ciri-ciri
-hifa bersekat
-reproduksi aseksual dan konidia
-dinding sel terbuat dari zat kitin.
5.Chytridiomycota
Adalah jamur yang bereproduksi dengan zoospore.Divisi ini sering disebut sebagai peralihan antara Protista dan fungi. Chytridiomycota dinyatakan termasuk ke dalam kindong fungi setelah membandingkan susunan DNA pada divisi teresbut.Ciri-ciri Chytridiomycota
-sebagian besar hidup di air
-beberapa bersifat saprofilik
-bersifat parasite pada invertebrate di air
-mendapatkan nutrisi dengan cara absorpsi
-memiliki hifa senositik
D.Kiriteria makanan yang layak untuk dimakan dan tidak menimbulkan sakit
Makanan yang baik untuk dikonsumsi yaitu harus memenuhi syarat sebagai berikut:
-hygienis,bersih tidak mengandung kuman atau bibit penyakit atau racun
-harus bergizi cukup mengandung kalori,karbohidrat,protein,lemak,vitamin,dan mineral
-harus cukup mengandung karbohidrat dan protein yang memiliki 10 asam amino essensial
-harus mudah untuk dicerna
-harus cukup vitamin dan mineral
-harus selalu mangandung mineral
BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM
A.Waktu pelaksanaan
Hari/tanggal :Selasa 24,april 2018
Waktu :Pukul 09.00-selesai
Tempat :Lab.Mikrobiologi Kampus Kesehatan Lingkungan
B.Alat dan Bahan
Alat
-Mikroskop -Preparat
-Label -Pingset
-Pipet tetes -Wadah sampel
-obyek gelas
Bahan
-Aquadesh
-Alkohol
-Kapas
-Sampel makanan (nasi dan buah pisang)
C.Cara kerja
-Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
-Kemudian bersihkan peralatan yang akan digunakan
-Setelah itu obyek gelas dibersihkan dengan alcohol
-Kemudian sampel (pangan mentah dan pangan olahan) dan yang sudah ditumbuhi jamur secukupnya.
-Setelah itu ditetesi dengan aquadesh sebanyak 1-3 tetes
-Kemudian media ditutupi dengan deck gelas
-Setelah itu diberi label pada gelas obyek
-Kemudian preparat diletakkan pada mikroskop untuk diidentifikasi apakah sampel mengandung jamur atau tidak
-Setelah itu amati dan sesuaikan Janis jamur dengan gambar yang telah disiapkan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dengan menggunakan sampel
-Buah pisang :ditumbuhkan jamur selama 5 hari
-Nasi :ditumbuhkan jamur selama 3 hari
Dari hasil pemeriksaan dengan menggunakan mikroskop,hasil yang diperoleh adalah
-Buah pisang :Jenis jamur yang ditemukan adalah Penicilliun nujajum
-Nasi :Jenis jamur yang ditemukan adalah Rhizopus oligosporus
B.Pembahasan
1. Berdasarkan hasil praktikum yang didapatkan maka dapat dianalisa bahwa pada makanan olahan(nasi) ditemukan jamur rhizopus oligosporus dimana jamur ini termasuk dalam devisi zygomycota.Nasi ini ditumbuhkan jamurnya selama 3 hari dengan menggunakan wadah plastic kemudian diletakkan pada tempat yang lemab.
Pada umumnya jamur tingkat rendah seperti jamur rhizopus memerlukan lingkungan dengan kelembaban nisbi 90%,selain itu factor lain mempengaruhinya termasuk juga suhu,dimana secara umum pertumbuhan untuk kebanyakan jamur 25-30%.Jenis jamur ini banyak menghasilkan enzim protase.Rhizopus oligosporus banyak juga ditemui di tanah,buah dan sayuran yang membusuk serta roti yang sudah lama.
2. Sedangkan untuk makanan yang belum diolah (buah pisang) ditemukan jamur Penicillium nijajum dimana jamur ini termasuk ke dalam devisi Deutromycetes.Buah pisang ini ditumbuhkan jamurnya selama 5 hari dengan menggunakan wadah plastic kemudian diletakkan pada tempat yang lembab.
Pada umumnya jenis jamur ini memerlukan lingkungan yang sebagai pertumbuhan jamur yaitu 80%,selain itu factor lain yang mempengaruhinya adalah Ph karena umumnya jamur menyenangi Ph kisaran 4,5-5,5.Jenis jamur ini juga termasuk salah satu jamur yang berfungsi sebagai zat antibiotic.Zat antibiotic penisilin yang berasal dari jamur ini ditemukan oleh Alexander flenning.
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Dari hasil praktikum pemeriksaan jamur pada makanan telah ditemukan adanya jamur pada sampel makanan tersebut.Dalam praktikum ini sampel yang dipakai yaitu buah pisang dan nasi.Dan setelah diidentifikasi dapat diketahui bahwa jamur pada buah pisang yaitu penicillium nojajum dan pada nasi yaitu rhizopus oligosporus.
DAFTAR PUSTAKA
Inayah, dkk ; Buku panduan praktikum PMM-A ; Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan lingkungan, 2018

Komentar
Posting Komentar